HCM Mind by Hinata Claudia Marantika. Happy Reading and Dont forget to Follow. Thank you :)

Monday, August 17, 2020

Myself

 what exactly am i wanna say is

im talking to myself right now in mind. so random. yeah, dont know what exactly im thinking. it feel a bit warm on my cheek , and heavy on my cheast. i wanna pull my voice out. but im end silent. my hands a bit shaking. yeah im not feel good. but im still quiet.

hey, what life exacly like? im grateful for my living, i do. i just get question sometimes. why to many things like the point that put me in the wrong pin. am i a trash? if it yeah, why am i have a feeling, why i need to be a thinker? why it not dead and i can live without anything?

for the voice in my head say, we belive. we believe. we believe. no matter that we need to be a dead person. we believe.

Sunday, June 14, 2020

June14'20

it kind of a diary, myb.
i just got my 26 for the number of the age of mine. quite old huh? bit.
on those day, i was so grateful and happy, yeah i was. it was a day that i really glad that happened. the day that felt like, yeah not just goes. it was a simple great random moment. yeah, thank you, Tav.
then the day after, it still felt nice. yeah kind a normal with a bit sweetness and 'love' if i can say.
then today it gone to be a thing like, what? oh yeah, i forgot something in my birthday, even its not that important myb, but sometimes it need. we can say like we pray for ourself for the next, not just accepting a words for those who said happy birthday to you. yeah, i forget. and i guess today is the time. better late than nothing you tried, isn't?
i want to get myself back like, strong, out and also the inside.. ok, that's it.
and yeah feel more grand after write this down. thanks.
i will delete it after a view days.
good night.

Sunday, December 8, 2019

Bitter Sweet!

Ada kala dimana dia atau mereka muak liat lu nangis. You are too weak!
Ada kala lu harus sadar bahwa ada banyak Hal yg butuh lu telen meski pahit. You should. It the only one way!
Kadang lu harus sadar bahwa ada banyak hal dan faktor yang membuat lu ngga pantas atas banyak hal. Because not you or anyone else can decide. God is the only one judge's.

Bukan prihal kalimat di atas, gw bilang ngga ada bahagia. Our happiness is as simple as when you can accept the things that you never expected.
Bukan prihal itu pula gw bilang bahwa kita orang bisa nyerah. Because there is a person who fight their pain just because they don't want to give up on you.
Dengan ini pahit dan manis nya jelas. No matter it will goes you know what it's right. Love never done!

Thursday, April 4, 2019

?

Terkadang menunggu itu perlu. Memberikan waktu untuk sekiranya duduk sejenak. Bukan tentang beristirahat, karena menunggu tidak membuat otak berhenti bekerja dalam berpikir. Sekedar untuk ingat, tubuh masih butuh diingatkan bahwa udara butuh diserap.
Ada yang terasa, sedikit dingin namun tidak nyata. Tanpa rupa namun ada. Tubuh layaknya kulit tak berjiwa. Memucat kering tanpa rona. Kala itu rupanya ingin menyeimbangkan butuh. Karena bernapas karena ingin hidup berbeda dengan bernapas karena masih hidup.

Sunday, October 8, 2017

'Manusiawi'

Banyak kata namun seketika lupa bagaimana menyusunnya dengan benar. Ada rasa namun lupa bagaimana menunjukkannya dengan wajar.
Kali ini tentang 'Tahu namun seakan tidak tahu!'.
Tahu akan kata yang diucapkan saja susah, kemudian dialihkan dengan kebodohan yang membuat seakan akan tidak tahu akan kata tersebut, ketika mengerti menjadi hal yang sampah dan kemudian berperilaku seakan tidak mengerti. Menutup diri dengan sebuah gerigi besi hanya karena takut melangkah lebih jauh lagi.
Lalu pernah merasa kuat, merasa paling berani, merasa tidak punya hati, merasa mati sampai akhirnya tahu bahwa ternyata ada yang lebih kuat, ada yang lebih berani, ada yang lebih tidak punya hati bahkan tanpa merasa mati.
Tanpa subjek atau pun objek. Kadang pertanyaan tentang kenyataan selalu menjebak. Otak yang biasanya berfungsi, dalam seketika hilang kendali. Rahasia pada takdir itu unik, meski kadang telah diketahui alurnya, namun prasangka dalam sisi positif mengubah arah pandang tentang takdir yang dipercayai tetap bisa diperbaiki, semacam dimensi.
Lalu mau apa lagi ketika kendali tidak ingin menjadi kendali?
Ini kah tragedi kehidupan?
Menjadi bodoh untuk tidak mengetahui apa yang memang telah diketahui?
Takdir yang dilunakkan pada dinginnya kenyataan?
 Bodoh bukan?
Lalu bagaimana jika menjadi bodoh dapat menguatkan?
Ketika segala fungsi dalam kontrol tidak pernah dianggap ada. Ketika bebas itu fana. Kemudian disebut apa tragedi seperti ini?
#mungkinmanusiawi

Saturday, July 1, 2017

Masa

          Ini tentang masa, tentang waktu, tentang apa yang dialami ketika hidup. Ketika mudah itu adalah kata, ketika mudah itu bukan tentang spontan. Disaat semua itu penuh perhitungan. Adalah hidup yang butuh pantauan.
          Ada masa dimana kita meninggalkan yang tidak ingin ditinggalkan. Meninggalkan yang menginginkan perpisahan. Ditinggalkan oleh sosok yang kita butuhkan. Ditinggalkan oleh sosok yang tidak kita inginkan. Adalah perpisahan.
         Ada masa dimana yang meninggalkan mungkin saja kembali. Ada masa yang ditinggalkan mungkin saja menunggu. Ada masa yang meninggalkan tidak pernah kembali. Ada masa yang menunggu tidak lagi menunggu. Atau ketika semua kembali, yang meninggalkan akan ditinggalkan oleh yang menunggu, karena waktu. Adalah keputusan.
       Ada masa kepentingan tidak lagi diutamakan. Ada masa kebutuhan tidak lagi dijadikan keharusan. Adalah perubahan.
      Ketika lelah tidak selalu tentang berhenti lalu memulai lagi. Ketika istirahat tidak selalu tentang jeda untuk kembali berlari. Ketika rindu tidak selalu untuk menanti. Ketika mengenang tidak selalu menginginkan masa lalu kembali. Adalah melepaskan.
      Masa, adalah 'tentang' dan 'ketika' kita belum mati. Ketika kita disini. Adalah hidup dalam dimensi.
      #persepsi

Friday, February 19, 2016

(HOME) PROLOGUE

            He always got up in the morning and walk me up to the café. We usually do breakfast, togetherI walk with him to the café this morning at 07:28. It’s spring now, but I still freezing. I staring blankly when we walk. I felt claustropibic, not because cold. I still can feel the air in my lungs. I just … think and It's complicated. I stop and he kept walking for a second before notice and stop, too.
I want to tell the truth. I said.
You okay?
“Yes … umm no, I just need to talk to you about something.”
“Okay … so, just talk. But can you talk when we walked? Because I need more power you know.” He said and patting his stomach, hungry.
“Yeah, course.” I said. He walk, and I follow him “It’s about home.”
“What’s that mean? Home here or your truly home in Jakarta?”
“Jakarta … I guess.” I said
He not answer because we just arrive at the café. And he take a sit on the table number 8, I follow. The waitress come and give us the menu. He order a Pancake Berry and Latte. I order Croissant and Tea. Then when the waitress leave, he staring at me and say, “So, what’s the matter?”
“I’m not going back to Jakarta.”
            He not answer. Carefully thinking my word, I guess. We both silent. And then he talk after a second. “Why? You’re have a problem with your parents or what?”
            “Nothing. I’ve just not going back.”